7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

By Red-Kh 30 Des 2024, 15:04:15 WIB Kegiatan Madrasah
7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat: Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Berkarakter

 

Sebuah terobosan yang luar biasa dilakukan oleh pemerintah untuk mempersiapkan generasi emas penerus bangsa. Generasi yang akan diamanahi untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan berakhalkuk karimah.

Mengutip dari laman resmi Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, bahwa program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” ini tidak hanya berorientasi pada penguatan karakter, tetapi juga pada pembentukan pola hidup sehat dan tanggung jawab yang mendalam.

Program ini memuat tujuh kebiasaan utama yang diyakini mampu menciptakan generasi penerus yang tangguh secara mental, emosional, dan sosial. Berikut elaborasi dari masing-masing kebiasaan:

  1. Bangun Pagi

Kebiasaan bangun pagi mengajarkan anak untuk menghargai waktu, disiplin, dan memulai hari dengan energi positif. Dalam perspektif kesehatan, bangun pagi selaras dengan ritme tubuh alami, sehingga mendukung kesehatan fisik dan mental. Anak yang terbiasa bangun pagi cenderung lebih produktif dan memiliki fokus lebih baik dalam aktivitas harian.

Seoran ulama besar, Imam Ibnu Jama’ah berkata: “waktu yang paling baik untuk menghafal adalah waktu sahur, waktu pagi untuk penelitian, tengah hari untuk menulis, dan malam untuk menelaah serta mudzakarah (mengulang)”. (Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallimin).

Waktu pagi adalah waktu yang sangat diberkahi Allah subhanahu wata’ala. Oleh karena itu seorang Muslim diajarkan agar tidak tidur pada pagi hari atau setelah shalat shubuh. Tetapi yang dianjurkan adalah melakukan berbagai kegiatan yang berguna.

Karena pada pagi hari Allah menurunkan banyak keberkahan bagi hambanya. Maka bila hamba tersebut mau untuk bergerak, melakukan kegiatan yang bermanfaat, maka orang tersebut akan memperoleh keberkahan.

  1. Taat Beribadah

Kebiasaan taat beribadah bukan hanya tentang menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual. Anak-anak yang taat beribadah diajarkan untuk memiliki kedekatan dengan Allah, serta mengembangkan empati, rasa syukur, dan tanggung jawab sosial. Taat beribadah membantu membentuk karakter yang religius, berintegritas, dan disiplin.

Dengan kebiasaan taat beribadah seseorang akan selalu ingat tugas dan tanggungjawabnya di dunia dan akhirat. Hatinya akan selalu terkoneksi dengan Allah dan meyakini bahwa segala yang dia lakukan akan dimintai pertanggungjawaban. Sehingga dia akan berusaha tidak mendzalimi diri sendiri dan orang lain, bersikap jujur, amanah, dan selalu menyerahkan segala urusannya kepada Allah disertai dengan usaha semaksimal mungkin yang dia bisa lakukan.

  1. Rajin Berolahraga

Kebiasaan rajin berolahraga membentuk tubuh yang sehat dan mental yang tangguh. Melakukan olahraga secara rutin tidak hanya meningkatkan kebugaran, tetapi juga melatih kedisiplinan dan ketangguhan anak. Anak yang aktif secara fisik juga cenderung memiliki suasana hati yang lebih stabil dan kemampuan untuk mengelola stres dengan baik.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa “seorang mu’min yang kuat lebih dicintai oleh Allah daripada seorang mu’min yang lemah”.

Dalam Islam, tujuan dari olah raga adalah untuk menguatkan tubuh dan meningkatkan kemampuan untuk melakukan jihad fi sabilillah (berjuang di jalan Allah subhanahu wa ta’ala). Jihad dimaknai secara luas tidak hanya berjuang di medan peperangan, akan tetapi termasuk bagian dari jihad fi sabilillah adalah menuntut ilmu (terutama ilmu syar’i).

Jika badan sehat maka dalam menjalani proses belajar akan lebih terasa nyaman, sehingga materi-materi yang dipelajari akan mudah dipahami.

  1. Gemar Belajar

Kebiasaan belajar tidak hanya tentang menguasai pengetahuan, tetapi juga membangun karakter pembelajar sepanjang hayat. Anak-anak diajak untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas. Kebiasaan ini membantu mereka menjadi pribadi yang mandiri, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan global.

Belajar sepanjang hayat adalah ciri seorang muslim sejati. Allah subhanau wata’ala menyampaikan bahwa sesungguhnya ilmu Allah itu sangat luas, memenuhi langit dan bumi. Bahkan, jika seluruh lautan dijadikan tinta untuk menulis segala sesuatu yang diketahui Allah mulai dari Al-Qur’an sebagai dasarnya, pasti seluruh lautan akan habis untuk menulisnya sedangkan yang belum ditulis masih sangat banyak.

Ini juga menunjukkan fakta bahwa semakin banyak kita belajar, semakin kita merasakan betapa banyak yang tidak kita ketahui. Oleh karenanya, menuntut ilmu itu hukumnya wajib (fardhu ’ain), terutama ilmu-ilmu agama.

Dengan memiliki ilmu (terutama ilmu agama), maka ilmu tersebut akan menjaga pemiliknya dari segala hal yang bisa membahayakan dirinya di dunia dan akhirat.

  1. Makan Makanan Sehat dan Bergizi

Pola makan yang sehat dan bergizi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Selain memberikan energi yang cukup untuk aktivitas harian, konsumsi makanan sehat juga berpengaruh pada keseimbangan emosi dan konsentrasi belajar. Melalui kebiasaan ini, anak-anak diajarkan untuk menjaga kesehatan tubuh sebagai bentuk penghormatan terhadap diri sendiri.

Didalam Islam, tidak hanya malasah gizi makanan (makanan yang baik) saja yang ditekankan. Akan tetapi yang jauh lebih penting adalah halal. Allah memerintahkan kepada umat Islam agar memakan makanan yang halal dan baik. Ini berarti umat Islam tidak boleh sembarangan asal makan. Agar makanan dan minuman yang dikonsumsi membawa keberkahan (kebaikan) bagi dirinya maka makanan dan minuman tersebut harus halal dan baik secara dzatnya maupun cara memperolehnya.

Bahkan disebutkan dalam sebuah hadits bahwa halal/haramnya makanan dan minuman yang dikonsumsi akan berpengaruh pada dikabulkan atau tidaknya doa-doa yang dia panjatkan kepada Allah subahanu wata’ala.

  1. Aktif Bermasyarakat

Terlibat dalam kegiatan sosial mengajarkan anak tentang nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan gotong royong. Dengan aktif bermasyarakat, anak-anak belajar memahami peran mereka sebagai bagian dari komunitas yang lebih besar dan membangun rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

  1. Istirahat yang Cukup

Istirahat yang cukup adalah kunci untuk menjaga keseimbangan fisik dan mental. Anak yang memiliki waktu tidur yang baik cenderung lebih segar, fokus, dan kreatif. Kebiasaan ini juga mengajarkan anak untuk menghargai kebutuhan tubuh akan pemulihan setelah aktivitas yang padat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana dijelaskan oleh banyak ulama, beliau mencela orang yang begadang (ngobrol-ngobrol setelah shalat isya tanpa ada kepentingan yang diperlukan/tanpa ada manfaat).

Selanjutnya Kemendikbudristek menyampaikan bahwa melalui pendekatan berbasis kelas, budaya sekolah, dan kegiatan masyarakat, program ini diintegrasikan dalam kegiatan belajar-mengajar sehari-hari. Guru dan orang tua berperan sebagai teladan sekaligus fasilitator, memastikan nilai-nilai ini tertanam secara konsisten dalam kehidupan anak-anak. Dengan membiasakan 7 kebiasaan ini sejak dini, diharapkan anak-anak Indonesia tumbuh menjadi individu yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing global.

Dengan demikian, program ”7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang sudah dicanangkan ini akan sulit terlaksana dan tercapai tujuannya jika tidak ada kerjasama yang baik (searah dan sejalan) antara keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan. Ketiga elemen tersebut memiliki peran pentingnya masing-masing. Segencar apapun pembiasaan dan doktrinasi yang dilakukan oleh sekolah/madrasah, jika elemen yang lain (keluarga dan masyarakat) tidak menjalankan perannya maka program yang luar biasa manfaatnya ini akan menjadi impian semata.

 

Wallahu A’lam.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment