Serial Kajian Kitab # 6 : Tadzkirotus Sami
Penyakit Hati

By Red-Kh 30 Des 2024, 15:05:04 WIB Serial Nasihat
Serial Kajian Kitab # 6 : Tadzkirotus Sami

Serial kajian kitab Tadzkirotus Sami' wal Mutakallim fi Adabil 'Alim wal Muta'alim karya Imam Badruddin Ibnu Jama'ah al Kinani asy Syafi'i, disampaikan oleh Ustadz Ashim, BA. (Alumni Universitas Islam Madinah, sekaligus pengajar di Ma'had Imam Bukhari Solo dan MWI Karangduwur) pertemuan ke 6, membahas tentan Penyakit Hati dan Obatnya.

Berikut ini rangkumannya:

Sebagian dari pemiliki jiwa yang kotor dari para fuqaha zaman ini telah ditimpa penyakit hati seperti hasad, ujub, riya’, dan merendahkan manusia. Hanya orang-orang yang dijaga oleh Allah subhanahu wata’ala yang terhindar dari penyakit-penyakit tersebut.

Barangsiapa yang berminat menyucikan dirinya lahir dan batin, hendaknya berpegang kepada wahyu. Karena wahyu adalah obat penyembuh untuk penyakit yang ada di dalam hati. Wahyu adalah hidayah dan nasihat bagi orang-orang beriman.

Demikian juga dengan Sunnah Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam, di dalamnya terdapat penyucian jiwa dan nasihat-nasihat yang melunakkan hati dalam kadar yang sangat memadai dan mencukupi.

Adapun obat dari penyakit-penyakit hati tersebut dijelaskan oleh ulama adalah sebagai berikut:

  1. Penyakit Hasad

Obat penyakit hasad adalah menyadari bahwa hasad merupakan sanggahan terhadap Allah  dalam hikmah-Nya yang menuntut pengkhususan pihak yang dihasadi dengan sebuah nikmat. Sebagaimana seorang penyair Arab berkata : jika kalian marah terhadap pembagian Allah diantara kita, maka sungguh Allah lebih mengetahui manakala Dia tidak membuat kalian rela.

Hasad hanya akan mendatangkan kegelisahan, kelelahan bagi hati dan penyiksaan baginya. Dan semua itu tidak membuat rugi orang yang dihasadi.

  1. Penyakit Ujub

Diantara obat ujub adalah mengingat bahwa ilmu, pemahaman, kekuatan pikiran, kefasihan kata-kata, dan nikmat-nikmat lainnya merupakan karunia dari Allah dan amanah dari-Nya. Dan semua itu harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Allah berkuasa untuk mencabut karunia tersebut darinya dalam sekejap mata. Dan hal ini adalah bukan hal yang sulit bagi Allah.

Maka tidak sepantasnya orang beriman merasa aman dari siksa Allah yang bisa datang sewaktu-waktu dan tidak diduga-duga. Sebagaimana termaktub dalam firman Allah QS. Al A’raf ayat 99 : Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak diduga-duga)?

  1. Penyakit Riya’

Diantara obat riya adalah menyadari bahwa seluruh makhluk tidak memiliki kuasa memberinya manfaat selama Allah tidak menetapkan untuknya. Dan seluruh makhluk juga tidak memiliki kuasa untuk menimpakan mudharat kepadanya selama Allah tidak menakdirkan baginya.

Disebutkan dalam sebuah hadits : Barangsiapa memperdengarkan amalnya, maka Allah memperdengarkan keburukannya. Barangsiapa yang memperlihatkan amalnya, maka Allah memperlihatkan keburukannya.

  1. Penyakit Merendahkan Manusia

Diantara obat dari penyakit merendahkan manusia adalah merenungkan firman Allah : Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum kaum yang lain, karena boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). (QS. Al Hujurat : 11).

Dan juga firman Allah : Sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. (QS. Al Hujurat : 13).

Dan firman Allah : Maka janganlah kalian menganggap diri kalian suci, Dia lebih mengetahui siapa yang bertakwa. (QS. An Najm : 32).

Maka, tidak menutup kemungkinan orang yang dihina lebih bersih hatinya di sisi Allah, lebih mulia amalnya, dan lebih Ikhlas niatnya.

Sebagaimana dikatakan “Sesungguhnya Allah menyembunyikan tiga perkara dalam tiga perkara”, yaitu :

  • Menyembunyikan waliNya diantara hamba-hambaNya.
  • Menyembunyikan ridhaNya di dalam ketaatan kepadaNya.
  • Menyembunyikan murkaNya dalam kemaksiatan-kemaksitan kepadaNya.

Maka ketahuilah, bahwa diantara akhlak yang terpuji adalah: selalu bertaubat kepada Allah, ikhlas, yakin, takwa, sabar, ridha, qana’ah, zuhud, tawakal dan menyerahkan urusan kepada Allah, kebersihan batin, berbaik sangka, memaafkan, mengakui kebaikan, bersyukur atas nikmat, mengasihi makhluk Allah, malu kepada Allah dan manusia.

Mencintai Allah adalah perkara utama yang menyatukan semua sifat-sifat terpuji. Dan hal itu hanya bisa terwujud dengan mengikuti Rasulullah. Jika kalian mencitai Allah maka ikutilah aku (Nabi), niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. (QS. Ali Imran: 31).
 

Walla’hu A’lam.

Rekaman kajian bisa di klik pada link berikut : kajian #6.

 




Video Terkait:

Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment